Sementara hari – hari berlalu, pemuda itu masih saja
menunggui tumpukan karung – karung jagung yang telah terisi penuh untuk ia
angkut ke atas truk. Matahari menggelincir sudah, pukul 2 siang, truk itu belum
juga datang. Pemuda itu bersama kuli panggul lainnya nampak resah, candaan
mereka pun mulai hambar berganti sunyi. Panasnya gudang di area pelabuhan itu
beradu dengan pasir dan angin yang sesekali menyejukkan namun kerikilnya
menampar-nampar.
Drrrrrmmm.... Tot Tooot....
Truk yang ditunggu manusia pemikul itu tiba juga. Para kuli
panggul yang telah berumur itu mulai mendekati karung jagung dan mulai
memindahkannya satu persatu dalam bak truk tersebut hingga penuh terisi. Truk
berikutnya langsung disambut dengan otot-otot cekatan para pria yang tak banyak
berpikir dalam pekerjaannya. Keringat bercucuran di sekujur tubuh pemuda itu.
Meski letih, ia tetap menuntaskan bagian pekerjaannya hari itu. Ia hanya diupah
tak lebih dari Rp500 tiap karung yang berhasil ia naikkan dalam truk. Hari ini,
ia berhasil memecahkan rekornya sendiri, 150 karung.
“Ini untukmu, 75ribu ya,” mandor itu berucap sambil
menyodorkan ongkos untuk pemuda pendiam itu. Diambilnya uang itu dengan
khidmat, disalaminya sang mandor sambil tersenyum kecil. Pikirnya, ia akan
cukup makan malam ini dan esok pagi. Begitulah pemuda itu hidup, dari hari ke
hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan. Tak terasa 5 tahun sudah ia lakoni
profesi itu.
Meski susah, pantang baginya berhutang di luar kemampuannya.
Ia pun selalu berusaha agar bisa menabung meski hanya seribu dua ribu. Jangan
tanya di mana ia tinggal. Baginya, langit adalah atap. Selama ada tanah, ia
akan berbaring di mana pun itu. Meski kadang harus berkawan dengan tikus dan
kecoak sekalipun. Tak ada beda baginya.
Gerobak, satu-satunya hal yang ia ingat dan warisi dari
ayahnya. Ia pun tak ingat lagi bagaimana rupa ayahnya apalagi ibu yang sedari
kecil telah meninggalkan kedua bapak beranak itu dalam kemiskinan. Namun masih
ada kalimat yang kerap terngiang di telinga pemuda itu, barangkali itu sebuah nyanyian
saat ia masih dalam gendongan wanita yang tak pernah diingatnya. “tidurlah
tidur Adam ku sayang,” ingatan itu pula yang membuatnya tahu ia bernama Adam.
Comments
Post a Comment