Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2016

Pilihan

Sore itu, Kara mendapati email masuk dalam mailbox hp butut miliknya. Terasa spesial memang, karena dengan datangnya email itu telah ada dua perusahaan yang berminat meminangnya untuk menjadi karyawan. Dengan perasaan berdebar Kara membuka email tersebut. "Kepada Kara, Kami PT Televisi Makmur mengundang anda dalam acara psikotes yang akan diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta   pada Rabu, 16 Maret 2016 yang akan dimulai pukul 7 hingg 9 pagi. Mohon melengkapi diri dengan berkas berupa fotokopi ijazah, tanda pengenal sebagaimana terlampir, dan fotokopi transkrip nilai. Kami himbau untuk datang tepat waktu. Salam, HRD PT Televisi Makmur" Tak ayal, Kara merasa senang bukan main. Ingin rasanya ia berteriak, namun malu rasanya jika seluruh pandangan orang di ruang tunggu kantor itu terarah padanya. Ia pun beranjak dari ruang tunggu dan bergegas menuju kos mungilnya. Sesampainya di kos, ia segera menyiapkan berkas dan pergi ke tukang fotokopi yang...

Cookies Sore Hari

Mungkin, kenapa mungkin? Entahlah. Joran, mungkin dia sedang bad mood saja. Aku tak ingin mengganggunya. Seingatku ini sudah ketiga kalinya Ia bertingkah seperti ini. Dan, aku selalu tak mengerti apa yang ada dipikirannya. Ku rasa biar Margaret saja yang mengurus bocah itu. Aku jadi lelah juga dibuatnya. Siang itu, sebelum Joran bergumam sendiri sambil menggambar di sketch book nya, aku berencana mengajaknya ke toko buku yang satu jalan dengan rumahnya. Lalu, entah aku salah ucap atau apa, dia jadi seperti itu. Driiiinggg... "Cindi, Joran bersamamu?", kata suara diujung telpon. "Ia, dia kambuh sepertinya", jawabku malas. "Oke, aku segera ke sana", tuuut... Tuuut... Tuuut... Sebentar lagi Margaret datang. Mmmmmmh. Aku masih harus mengawasi bocah ini. Kuminum jus yang sedari tadi digenggamanku. "Joraan, joran", gumamku. Margaret tiba tak lama kemudian, Ia membisikkan sesuatu pada Joran. Joran hanya mengangguk sambil ter...

Bumi Bulan

"Kenapa Bulan? Apakah kau lelah?" "Tidak Bumi, jangan berpikir begitu". "Lantas?" "Aku hanya berpikir, apakah kau tidak jenuh terus menerus melihatku mengitarimu sepanjang waktu?" Bumi tersenyum mendengar pertanyaan Bulan. Tak disangkanya Bulan akan menanyakan hal itu. "Aku pun memiliki pertanyaan yang serupa padamu Bulan, Apakah kau tidak bosan terus menerus mengitariku sepanjang waktu?" Mereka berdua tersenyum. "Barangkali memang tugasku ada hanya untuk mengitarimu, agar semua makhluk yang ada padamu bisa melihatku dalam berbagai bentuk bahkan sesekali akan merasa bahwa aku tak ada. Lagi pula aku akan melindungimu Bumi dari beragam ancaman semesta, semampuku". "Begitu, terimakasih Bulan, karena telah menjagaku. Bersama kita mengelilingi Matahari, menyapu pinggiran galaksi. Entah berapa lamanya. Engkau tak pernah lelah. Aku pun terus berputar agar semua makhluk yang ada padaku dapat menyaksikanmu dalam ...